
picture taken from here
if i want it...am i asking too much?
Hidup ini menurut saya seperti sebuah ujian. Terkadang kita mendapat "soal" yang mudah dan terkadang kita mendapat "soal" yang sulit. Mungkin kita tak pernah keberatan jika soal yang kita hadapi mudah. Tapi terkadang kita mendapat soal yang sulit. Begitu sulitnya hingga kita merasa tak mampu mengerjakannya. Kita tak mampu menjawabnya.
Mengapa begini???
Namanya juga ujian, tentu saja soal yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan peserta ujiannya. Seorang anak SD akan mendapat soal yang lebih mudah tentunya jika dibandingkan dengan anak SMA. Semua ada proporsinya, ada konsekuensinya. Semakin tinggi "strata" anda akan semakin sulit juga soal yang anda terima. Ah....tapi apapun soalnya....yang jelas....dalam hidup gak ada kunci jawabannya...jadi???
kerjakan yang anda anggap mudah terlebih dahulu dan banyak belajar!!!
-SELAMAT MENGERJAKAN-
bukan bermaksud menggurui..hanya ingin berbagi saja..
Beberapa DOKTRIN MLM yang sedikit membuat miris
"jadi pegawai itu susah, makan gaji bulanan, jelas gak bisa nabung dan sulit kaya"
Menurut saya tidak ada yang salah dengan menjadi pegawai. Listrik, transportasi, elpiji, ato paling simpel tisu toilet atau tusuk gigi kita pake, yang bikin juga pegawai kan, so? is it bad??. Sangat bagus jika kita memiliki kreasi, determinasi, inovasi atau hal lain yang membuat kita menjadi lebih "kaya", daripada menjadi seseorang yang mengandalkan gaji bulanan. Saya bahkan yakin, hampir semua lowongan pekerjaan di bumi ini tercipta dari beberapa orang berpikiran maju, yang tidak ingin jadi pegawai seperti lainnya. Namun apakah karena kisah2 heroik para pengusaha itu lantas membuat kita berpikir bahwa pegawai selalu tidak heroik? pegawai itu tidak kreatif? pegawai itu tidak inovatif?. Sebaiknya jangan begitu kawan..hehehe...
Bagi saya bekerja atau berwiraswasta adalah pilihan hidup. Menjadi wiraswasta sangatlah mulia karena kita bisa lebih sering menjadi "tangan diatas" daripada "tangan dibawah". Tapi menjadi seorang pegawai juga tidaklah hina. Jika kita benar2 serius, penuh integritas, memiliki devotion yang tinggi dalam pekerjaan kita, saya yakin tak ada orang yang menilai pegawai itu hina walau gaji pas2an. Sekali lagi, itu adalah pilihan hidup. Janganlah kita melihat pekerjaan kita dari berapa banyak uang yang bisa kita hasilkan, karena saya yakin dengan berpikir seperti itu, kita akan terjebak pada dogma "kaya = banyak uang". Tanpa kita sadari, kita tak lebih dari seorang budak uang saja. Mari kita menilai pekerjaan kita tidak dengan berapa juta yang masuk rekening kita setiap bulan, tapi seberapa keras dan iklhas kita dalam bekerja, berwiraswasta ataupun menjadi pegawai. Jika anda berwiraswasta, marilah berwiraswasta dengan logika dan nurani, tidak hanya dengan prinsip ekonomi. Jika anda menjadi pegawai, marilah kita menjadi pegawai yang amanah dan penuh pengabdian, bukan hanya ngisi absen doang. Yang jelas, apapun pekerjaan anda, pastikan itu adalah pilihan hidup anda untuk beribadah, bukan pilihan hidup untuk "menjadi kaya".
Sri Mulyani, Menkeu kita sekarang, juga tak lebih dari seorang pegawai negeri. Beliau (dengan segala kelemahan dan kekurangan) mampu membawa negara ini melewati krisis global dengan baik. Tentu saja beliau tidak sendirian, beliau bekerja dengan para pegawai2 negeri lainnya. Lantas apakah dengan prestasi sedemikian rupa para pegawai itu tetap tidak lebih baik dari Aburizal Bakrie sang Pengusaha (maaf, tidak bermaksud mempolitisir..hahaha) yang mampu memberikan ribuan lapangan pekerjaan dengan kerajaan bisnisnya?. semoga kita bisa menjawab pertanyaan ini dengan baik..
btw..saya juga termasuk wiraswastawan newbie (NON MLM) yang kerja 2-4 bulan untuk makan setahun hahaha...dan orang paling berjasa selama hidup saya adalah bapak saya -pegawai kantor pos, gaji tidak banyak tapi cukup, anaknya 3 kuliah semua- dan ibu saya -pedagang musiman, untung tidak seberapa, anaknya 3 kuliah semua-.. Subhanallah..
yang jelas apapun pekerjaannya...yang penting manfaatnya bagi diri kita dan orang di sekitar kita, bukan nominalnya..hehe..
hmm...sedang belajar bagaimana caranya menjadi sebuah tumpuan...yang tidak mudah goyah, kuat, dan mampu menyangga apapun yang ada diatasnya...
-- semoga Allah memberi kesempatan --
dia kini tlah hilang..hilang...TAK BERBEKAS...
semoga suatu hari nanti dia akan datang lagi...pasti dia akan datang...pasti...